Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi adalah proses penetapan dan pemenuhan standar pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh kepuasan. Untuk itu, Perguruan Tinggi (PT) memilih dan menetapkan sendiri standar pendidikan tinggi untuk setiap satuan pendidikan yang dikelola oleh SPM di tingkat universitas.

Penjaminan Mutu Unpad dibentuk sejak Tahun 2003 dengan nama ”TIM QUALITY ASSURENACE” dengan SK Rektor No. 3402/J06/Kep/KP/2003 tertanggal 31 Desember 2003. Hal ini dilatarbelakangi paradigma baru manajemen pendidikan tinggi yang menekankan pentingnya otonomi institusi yang berlandaskan pada akuntabilitas, evaluasi, dan akreditasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Tim Quality Assurance berjalan sampai dengan 12 Maret 2007. Pada 13 Maret 2007 namanya berubah menjadi ”TIM PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS PADJADJARAN” dengan Sk Rektor No. 654/J06/Kep/KP/2007. Hal ini dilatarbelakangi adanya upaya sistematik untuk meningkatkan serta mengoptimalkan potensi yang ada secara maksimal dalam rangka pengembangan program studi di Universitas Padjadjaran. Pada tahun 2009 dibentuk ”Tim Satuan Penjaminan Mutu Internal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran” dengan SK Dekan FMIPA No. 248/H6.7/Kep/FMIPA/2009. Pengorganisasian Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di FMIPA terintegrasi pada manajemen perguruan tinggi. Universitas menugaskan pelaksanaan SPMI kepada pejabat struktural pada setiap level manajemen (dekan/kepala deptartemen/ketua PS/kepala laboratorium). Penjaminan mutu di tingkat PS melekat dengan SPMI fakultas, setiap perwakilan dari masing-masing PS menjadi Tim Penjamin Mutu di tingkat fakultas. Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di FMIPA berada dalam garis koordinasi dengan Dekanat FMIPA sebagaimana pada Gambar 1. Tim SPMI FMIPA Unpad berakhir pada 31 Maret 2014.

Seiring dengan perubahan struktur organisasi di universitas maka SOTK di tingkat fakultas pun ikut berubah. Struktur SPMI berubah menjadi Unit Penjaminan Mutu (UPM) yang masih dalam garis koordinasi dengan Dekanat FMIPA sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2. Perubahan SPMI menjadi Unit Penjaminan Mutu (UPM) diatur dalam Peraturan Rektor No. 70 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pengelola Unpad, yang dikoordinir oleh Ketua UPM. Ketua UPM FMIPA berkomunikasi dengan SPM Unpad dalam melaksanakan aktivitas penjaminan mutu akademik Unpad, seperti dalam penetapan standar mutu, melaksanakan monevin, dan pendampingan penyusunan borang akreditasi.

Gambar 1. Struktur Organisasi FMIPA Unpad 2014-2018

 

Gambar 2. Struktur Organisasi FMIPA Unpad 2015-2021 (Peraturan Rektor No. 70 Tahun 2015)

 

Pada Tahun 2016, struktur organisasi di Universitas Padjadjaran mengalami perubahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor Nomor 40 Tahun 2016 Tentang-Organisasi Tata Kerja Pengelola Universitas Padjadjaran, dan Peraturan Rektor Nomor 41 Tahun 2016 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Manajer Pimpinan Departemen Pimpinan Program Studi dan Kepala Unit Penjaminan Mutu di lingkungan Unpad. Perubahan terjadi pada jumlah manager dari 6 manajer menjadi 4 manajer.  SOTK di tingkat Fakultas Unpad ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3. Struktur Organisasi FMIPA Unpad 2016-2021

Sesuai Peraturan Rektor Nomor 40 Tahun 2016 Tentang-Organisasi Tata Kerja Pengelola Universitas Padjadjaran Penjaminan Mutu Unpad berbasis pada Program Studi dan dikoordinasi secara operasional oleh fakultas. Universitas berperan sebagai motor penggerak untuk mengembangkan sistem dan menggunakan strategi facilitating, empowering, dan enabling. Peran universitas dilakukan dalam bentuk teknis, konsultasi, pengembangan konsep-konsep baru yang lebih aplikabel dan akseptabel, monitoring dan tindak perbaikan.

Satuan Penjaminan Mutu (SPM) bertugas untuk tugas melakukan sistem penjaminan mutu internal secara konsisten dan berkelanjutan sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan, sebagaimana diatur dalam Peratura Rektor No. 70 Tahun 2015 Pasal 72 ayat 3.
Unit Penjaminan Mutu (UPM) bertugas untuk mendukung Dekan dalam pelaksanaan tugas penjaminan mutu, sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor No. 70 Tahun 2015 Pasal 97 ayat:

  1. Unit Penjaminan Mutu memiliki tugas mendukung Dekan dalam pelaksanaan tugas penjaminan mutu.
  2. Unit Penjaminan Mutu memiliki fungsi :
    1. melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pedoman penjaminan mutu Unpad;
    2. melaksanakan pedoman dan tata cara evaluasi internal penjaminan mutu akademik yang ditetapkan Unpad;
    3. melaksanakan instrumen evaluasi internal penjaminan mutu akademik yang ditetapkan Unpad;
    4. melaksanakan penjaminan mutu akademik di seluruh unit kerja di lingkungan Fakultas;
    5. memberikan masukan dan rekomendasi kepada Dekan yang terkait dengan penjaminan mutu;
    6. melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan standar mutu dan audit di bidang pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kemahasiswaan di tingkat Fakultas; dan
    7. melaksanakan koordinasi dengan SPM dalam melaksanakan penjaminan mutu.

Tugas dan Fungsi Unit Penjaminan Mutu dalam Peraturan Rektor No. 70 Tahun 2015 Pasal 97 tidak mengalami perubahan pada Peraturan Rektor Nomor 40 Tahun 2016, namun dalam Peraturan Rektor Nomor 40 Tahun 2016 terdapat penambahan satu butir, yaitu (2) Unit Penjaminan Mutu Fakultas dipimpin oleh Kepala Unit Penjaminan Mutu Fakultas. Dalam Peraturan Rektor No 102 Tahun 2015, Tugas dan Fungsi Unit Penjaminan Mutu Fakultas tidak mengalami perubahan.

Dasar hukum pelaksanaan jaminan mutu antara lain mengacu pada Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT) Dikti tahun 2010, Undang-Undang RI No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan Tinggi, PP RI No. 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Untuk mencapai standar, SPMI yang sekarang namannya menjadi Unit Penjaminan Mutu merumuskan Standard Operating Procedure (SOP) untuk Proses Belajar Mengajar, yang memuat: Prosedur Pengolahan Nilai, Prosedur Daftar Ulang Mahasiswa Lama, Prosedur Pengisian KRS dan Perwalian, serta Prosedur Perubahan Kartu Rencana Studi. Keempat SOP telah dideklarasikan pada tanggal 10 Desember 2009 yang ditandatangani oleh Dekan, Kaprodi serta Kabag dan Kasubag dan Wakil Mahasiswa. SOP ini selanjutnya disahkan dalam Rapat Senat Fakultas MIPA pada Januari 2010. Selanjutnya SPMI FMIPA melakukan kegiatan FGD yang dilaksanakan pada 4 Desember 2014 dan telah menghasilkan beberapa SOP Pembelajaran yang meliputi SOP Pelaksanaan Perkuliahan, SOP Pelaksanaan Praktikum, Pelaksanaan UAS.

Kebijakan Penjaminan Mutu
Sistem penjaminan mutu dalam pelaksanaan PBM pada PS Sarjana di FMIPA Unpad didasarkan pada kebijakan pimpinan fakultas (Dekan) yang dibangun secara terintegrasi ke dalam sistem penjaminan mutu (SPM) Unpad. Di tingkat fakultas, sistem monitoring akademik, dan unit kendali mutu dilakukan oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor No. 70 Tahun 2015 dan Peraturan Rektor No. 40 Tahun 40 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pengelola Unpad. UPM FMIPA berkomunikasi dengan SPM universitas untuk melaksanakan aktivitas penjaminan mutu akademik berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan para pemangku kepentingan yang diaktualisasikan melalui dua hal:

  1. Menetapkan standar kualitas menyangkut visi misi dan implementasi program pendidikan.
  2. Memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan, dunia kerja, dan profesi.

Penetapan Standar Kualitas
Standar kualitas ditetapkan berdasarkan rencana kerja, kurikulum, proses belajar mengajar (PBM), sistem penilaian, penyediaan sarana dan prasarana serta aksesibilitas terhadap pusat informasi secara on-line sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Fakultas:

  1. Rencana Strategis
    Rencana Strategis memuat visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, dan program yang akan dilaksanakan; yang dievaluasi dan disusun secara berkala setiap 5 tahun sekali dengan melibatkan seluruh komponen sivitas akademika.
  2. Rencana Operasional
    Rencana Operasional dibahas, disusun, dan dievaluasi setiap tahun dalam rapat kerja menjelang awal tahun yang melibatkan seluruh pimpinan fakultas, departemen, dan PS.
  3. Kurikulum
    Untuk menjamin kualitas kurikulum dilakukan evaluasi melalui lokakarya kurikulum baik di tingkat fakultas maupun PS magister yang dilaksanakan 4 tahun sekali.
  4. Proses Belajar Mengajar
    Proses belajar mengajar dan penciptaan academic atmosphere yang kondusif dilakukan melalui inovasi proses pembelajaran dengan menggunakan sarana/pra-sarana elektronik dan metode mutakhir dalam PBM. Untuk menjamin proses belajar mengajar yang baik, dilakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran, baik mengenai frekuensi kehadiran dosen/mahasiswa maupun kesesuaian substansi perkuliahan yang sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pemantauan PBM dilakukan satu kali per semester, selain untuk mengevaluasi kinerja dosen juga digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi seberapa jauh target pembelajaran telah dipenuhi. Evaluasi bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran meliputi evaluasi terhadap: cara penyampaian materi dan kehadiran dosen, muatan materi setiap mata kuliah, motivasi mahasiswa, dan kesulitan yang timbul pada proses interaksi antara dosen dan mahasiswa. Interaksi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan akademik tidak hanya pada proses pembelajaran di kelas, tetapi dapat juga dalam kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan non-akademik (ko-kurikuler/ekstra-kurikuler, penalaran, dan lain-lain) dengan tujuan untuk meningkatkan soft-skill mahasiswa. Untuk itu perguruan tinggi menfasilitasi semua kegiatan tersebut agar menumbuhkan suasana akademik yang kondusif dan berkualitas dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan antara lain: ruang bimbingan mahasiswa yang memadai, ruang baca bagi mahasiswa dan dosen, sarana perpustakaan di PS yang terintegrasi dengan perpustakaan fakultas, serta koneksi internet yang cepat dan luas melalui interaksi dosen-mahasiswa, dan sivitas akademika.
  5. Sistem Penilaian
    Evaluasi hasil belajar mahasiswa dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :

    1. Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) atau dapat pula berupa evaluasi lainnya, antara lain tugas mandiri (pembuatan makalah atau seminar), untuk setiap matakuliah.
    2. Tugas Akhir (Skripsi) dilaksanakan dengan syarat:
      – Telah menyelesaikan (dinyatakan lulus) 80% beban studi kumulatif yang dipersyaratkan;
      – Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat skripsi atau tugas akhir
      – Memiliki kartu mahasiswa yang berlaku untuk semester yang bersangkutan.
      – Mencantumkan tugas akhir atau skripsi pada KRS.
    3. Ketentuan lain:
      1. Apabila skripsi atau tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam satu semester,
        maka:

        1. Mahasiswa masih diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik skripsi atau tugas akhir dan pembimbing tetap sama).
        2. Pada akhir semester bersangkutan skripsi tersebut diberi angka mutu nol.
      2. Apabila skripsi atau tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam dua semester
        berturut-turut, maka:

        1. Mahasiswa diharuskan menempuh kembali skripsi atau tugas akhir tersebut dengan mengajukan judul yang berbeda (pemimbing bisa berbeda atau tetap sama).
        2. Pada kasus tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik mahasiswa masih dapat melanjutkan skripsi atau tugas akhir dengan judul yang sama.
      3. Angka mutu skripsi atau tugas akhir sekurang-kurangnya adalah 2,0 (huruf mutu C).
    4. Skripsi atau tugas akhir yang ternyata ditulis dan diselesaikan di luar ketentuan di atas (pada saat mahasiswa menghentikan studi untuk sementara atas ijin Rektor maupun tanpa ijin Rektor), sekalipun dibimbing oleh pembimbing pendamping sesuai ketentuan di atas, penulisan skripsi tersebut tidak dibenarkan dan hasil bimbingannya dianggap gugur.
    5. Dalam keadaan seperti butir (4) di atas, mahasiswa diharuskan menggati topiknya dan mengulangi penyusunan dan penulisan skripsi atau tugas akhirnya dan proses bimbingannya.
    6. Ujian skripsi atau tugas akhir diselenggarakan pada akhir studi, yaitu pada sidang ujian sarjana.
    7. Di samping itu penilaian juga dilakukan terhadap penguasaan materi mahasiswa baik yang sifatnya kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Cara penilaian yang digunakan adalah PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan kriteria sebagai berikut:

  6. Penyediaan Sarana dan Prasarana
    Penyediaan sarana dan prasarana diberikan sesuai dengan jumlah mahasiswa serta mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
  7. Aksesibilitas terhadap Pusat Informasi secara on-line
    Aksesibilitas terhadap pusat informasi secara on-line dilakukan dengan penyediaan hot spot (jaringan internet wi-fi) di lingkungan FMIPA Unpad.

Pemenuhan Kebutuhan Pemangku Kepentingan (Stakeholders)
Pimpinan Fakultas/Ketua PS melakukan road show dan audiensi dengan jajaran pimpinan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta untuk membicarakan sistem pendidikan di FMIPA Unpad. Untuk memenuhi kebutuhan Pemangku Kepentingan (stakeholders) dilakukan dengan cara pemantauan terhadap jumlah dan kualitas lulusan, menjalin kerja sama dengan Alumni, Pemerintah, dan Peguruan Tinggi selain Unpad.

Secara khusus manajemen mutu secara internal di tingkat PS dilakukan dengan beberapa pedoman sebagai berikut :

  1. Penetapan dosen pengajar sesuai kompetensi pada bidangnya.
  2. Penetapan pedoman akademik yang didalamnya berisi silabi setiap mata kuliah. Dalam aplikasinya kepada dosen diberikan kebebasan untuk melakukan pengembangan baik terkait materi, variasi/model, maupun metode pembelajaran.
  3. Monitoring secara berkelanjutan terhadap proses pembelajaran dengan mengevaluasi kinerja dosen atas dasar: frekuensi kehadiran perkuliahan, ketepatan jam mengajar, tingkat penyelesaian target materi, bahan kuliah (literatur, modul, tugas) dan masukan dari sebagian besar mahasiswa.
  4. Menjamin kelancaran proses pembelajaran dalam hal: ketersediaan ruang kuliah, kebutuhan bahan perkuliahan (untuk bahan diskusi), peralatan, dan perlengkapan lain
    yang diperlukan.
  5. Monitoring secara berkelanjutan tentang tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan, penyediaan sarana dan bahan informasi (misalnya : papan pengumuman, jadwal kuliah, jadwal ujian dll) bagi mahasiswa.
  6. Variasi metode pembelajaran dalam bentuk: tatap muka klasikal, diskusi, tugas mandiri, tugas terstruktur, studi kasus, small group discussion, seminar, penelitian dll.
  7. Penyelenggaraan evaluasi studi pada setiap jenjang secara terjadwal.
  8. Pemberian pelayanan akademik dan administratif secara cepat, tepat, dan ramah.
  9. Penyediaan fasilitas untuk meningkatkan kemampuan akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan seperti: perpustakaan, laboratorium, dan internet.

Sistem Dokumentasi
Pendokumentasian dilakukan secara teratur dan sistematis terhadap berbagai aktivitas, agar dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar. Pelaksanaan dokumentasi dilakukan antara lain terhadap dokumen:

  1. Buku panduan akademik
  2. SOP
  3. Dokumen akademik: Berita acara PBM, DHMD, DPNA
  4. Saran/masukan dari dosen dan mahasiswa
  5. Pertemuan-pertemuan yang mendatangkan pembicara dari luar

 

Pelaksanaan Penjaminan Mutu dan Tindak Lanjut
Penjaminan mutu dilaksanakan dengan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka pencapaian target-target yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan secara periodik oleh UPM melalui diskusi dan wawancara pengisian form yang telah disiapkan oleh UPM setiap awal dan akhir semester. Selanjutnya, UPM mengevaluasi dan memberi masukan terhadap hasil wawancara dan pengisian form, untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing unit kerja.

Tata nilai, Proses, dan Model serta Prosedur Mutu Pendidikan Unpad
UPM FMIPA Unpad dalam pelaksanaan tata nilai, proses, model, dan prosedur penjaminan mutu pendidikan mengikuti dan melekat pada apa yang dilaksanakan oleh SPM universitas, yaitu berdasarkan pada KIKIKAK:

  • Kerjasama
  • Inovasi
  • Kolaborasi
  • Integritas
  • Kepedulian
  • Apresiasi
  • Komunikasi

Proses penjaminan mutu di SPM Unpad didasarkan pada aspek utama:

  1. Indikator kinerja program dan kegiatan untuk kurun waktu tertentu telah ditetapkan dalam rencana strategis Unpad.
  2. Penjaminan mutu terhadap program dan kegiatan dilakukan secara menyeluruh pada tahapan input, process, output, outcome, benefit, dan impact. Khusus untuk bidang pendidikan mengikuti tahapan pada Gambar 4.
                                                        Gambar 4. Tahapan identifikasi proses dan prosedur mutu pendidikan
  3. Penjaminan mutu Unpad merujuk pada pendekatan yang telah dipraktekkan di institusi nasional serta dari kerangka kualifikasi internasional dengan adaptasi pada situasi dan kondisi Unpad.
  4. Penjaminan mutu Unpad memperhatikan proporsi aspek kualitatif dan kuantitatif yang telah dicapai oleh unit yang ada di lingkungan Unpad atas sasaran target mutu yang ditetapkan untuk kurun waktu tertentu.
  5. Penjaminan mutu Unpad dilakukan melalui pengembangan sistem penjaminan mutu yang memuat proses-proses monitoring, assesment, dan evaluation atas program/ kegiatan yang bermutu dan akultabel serta bertanggungjawab untuk mencapai kepuasan stakeholder baik internal maupun eksternal.
  6. Tahapan kerja sistem penjaminan mutu Unpad yang digunakan adalah penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian serta peningkatan. Berikut penjelasannya atas tahapan kerja SPM :
    • Tahap Penetapan Standar: tahap ketika seluruh standar dirancang, dirumuskan, hingga disahkan atau ditetapkan oleh pihak yang berwenang pada PT yaitu Rektor.
    • Tahap Pelaksanaan Standar (Pemenuhan Standar): tahap ketika isi seluruh standar mulai dilaksanakan untuk dicapai atau diwujudkan oleh semua pihak yang bertanggungjawab untuk itu.
    • Tahap Evaluasi: Tahap ketika kegiatan berjalan dan atau sudah selesai untuk melihat kesesuaian dengan acuan /standar.
    • Tahap Pengendalian Standar: tahap ketika pihak yang bertanggungjawab melaksanakan standar harus selalu memantau, mengkoreksi bila terjadi penyimpangan terhadap isi standar atau ketidaksesuaian antara kondisi riil dengan isi standar, mengevaluasi, mencatat, melaporkan semua hal tentang pelaksanaan standar.
    • Tahap Peningkatan Standar: tahap ketika satu, beberapa, atau seluruh standar harus dievaluasi dan ditingkatkan mutunya secara berkala dan berkelanjutan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Standar Nasional Pendidikan Tinggi terdiri atas:

  1. Standar Nasional Pendidikan
  2. Standar Nasional Penelitian
  3. Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Berdasarkan Peraturan Ristekdikti di atas, Universitas Padjadjaran mengembangkan 24 Standar Mutu Pendidikan Tinggi ditambah dengan 12 Standar Non Akademik. Tiga puluh enam Standar Mutu Pendidikan Tinngi di Unpad dirinci sebagai berikut:

  1. Bagian Standarisasi Mutu dan Inovasi Akademik Pembelajaran
    1. Standar Kompetensi Lulusan
    2. Standar Isi Pembelajaran
    3. Standar Proses Pembelajaan
    4. Standar Penilaian Pembelajaran
    5. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
    6. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
    7. Standar Pengelolaan Pembelajaran
    8. Standar Pembiayaan Pembelajaran
  2. Bagian Standarisasi Mutu dan Inovasi Akademik Penelitian
    1. Standar Hasil Penelitian
    2. Standar Isi Penelitiian
    3. Standar Proses Penelitian
    4. Standar Penilaian Penelitian
    5. Standar Peneliti
    6. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
    7. Standar Pengelolaan Penelitian
    8. Standar Pembiayaan Penelitian
  3. Bagian Standarisasi Mutu dan Inovasi Akademik PKM
    1. Standar Hasil PKM
    2. Standar Isi PKM
    3. Standar Proses PKM
    4. Standar Penilaian PKM
    5. Standar Pelaksana Abdimas
    6. Standar Sarana dan Prasarana PKM
    7. Standar Pengelolaan PKM
    8. Standar Pembiayaan PKM
  4. Bagian Standarisasi Non Akademik
    1. Standar Visi Misi dan Tujuan
    2. Standar Sistem Jaminan Mutu
    3. Standar Tata Pamong
    4. Standar Sistem Informasi
    5. Standar Kerjasama
    6. Standar Suasana akademik
    7. Standar Sarana non akademik
    8. Standar Prasarana non akademik
    9. Standar Kemahasiswaan
    10. Standar Pengelolaan Keuangan
    11. Standar Kesejahteraan
    12. Standar Pengelolaan Usaha