[FMIPA] Mipa Unpad Training Center (MTC Unpad) yang merupakan divisi pelatihan Lab. Aplikasi Kimia dan Pelayanan FMIPA Unpad menyelenggarakan pelatihan kalibrasi dan verifikasi neraca analitik di laboratorium Kimia Dasar PPBS, Jatinangor, Rabu (3/2/2022).

Pelatihan kalibrasi dan verifikasi neraca analitik diselenggarakan tanggal 2-3 Februari 2022. Pelatihan diikuti oleh 18 orang tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di lingkungan FMIPA.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Laboratorium Aplikasi Kimia dan Pelayanan FMIPA dan MTC Unpad  Dr. Dikdik Kurnia, M.Sc memberikan sambutan. Di dalam sambutannya, disampaikan bahwa, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para PLP FMIPA bisa menjadi assessor uji kompetensi tersertifikasi BNSP.

Pada pelatihan ini akan dijelaskan tentang instrumentasi neraca analitik, tinjauan umum kalibrasi , verifikasi neraca analitik, praktek kalibrasi neraca analitik, pengolahan data, perhitungan estimasi ketidakpastian kalibrasi neraca. Narasumber pada pelatihan ini adalah Dr. Rubiyanto Abdullah Lubis, MS., MS., Dr.Togar Saragi, M.Si. dan Nur Julizan,S.Si. Praktek kalibrasi neraca analitik didampingi oleh PLP Lab. Aplikasi Kimia dan Pelayanan, yaitu Siti Maemunah, S.Si dan Nur Julizan, S.Si.

Dr. Rubiyanto menyampaikan kondisi-kondisi terbaik dalam instalasi neraca analitik beserta teknik perawatan yang harus diketahui seorang PLP sebagai personel yang bertanggung jawab dalam pengoperasian neraca analitik di laboratorium.

Dr. Togar mengatakan bahwa tujuan kalibrasi adalah menentukan nilai deviasi kebenaran konvensional dari hasil pengukuran suatu alat instrumen ukur dan menjadi jaminan mutu hasil dari pengukuran yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Sedangkan manfaat kalibrasi adalah menjamin kondisi alat instrumen ukur dan bahan ukur tetap sesuai dengan spesifikasinya.

“Setiap alat instrumen ukur harus dikatakan tidak cukup baik atau salah sampai alat tersebut terbukti baik dan laik digunakan setelah melalui proses kalibrasi dan pengujian yang menyatakan bahwa alat instrumen ukur tersebut dalam keadaan baik, tutur Togar.

Dalam pelatihan ini Dr. Togar juga menjelaskan persyaratan kegiatan kalibrasi di laboratorium baik syarat utama maupun syarat kompetitif. Syarat-syarat kompetitif terdiri dari syarat utama atau inti yang tergabung ke dalam SMM 17025 (Manajemen dan Teknis) yang berupa kompetensi laboratorium kalibrasi dimana didalamnya terdapat hasil kalibrasi.

“Jadi dapat dikatakan bahwa syarat kompetitif merupakan pengembangan dari syarat utama laboratorium dalam melakukan kalibrasi”, kata Togar.

Nur Julizan, S.Si.  menjelaskan bahwa laporan kalibrasi memuat nilai estimasi ketidakpastian yang digunakan untuk membuat laporan verifikasi neraca analitik.

“Dari hasil laporan kalibrasi, PLP dapat menyimpulkan apakah neraca yang berada di laboratorium masih dalam keadaan baik atau tidak dengan membandingkan nilai Limit of Performance dan resolusi neraca,” tutur Nur.

Dalam selang waktu kalibrasi, PLP sebaiknya melakukan verifikasi periodik neraca analitik untuk memastikan bahwa neraca berada dalam keadaan baik.