[FMIPA] Kemendikbudristek memiliki program penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk secara bersama-sama membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang dilakukan melalui platform Kedaireka yaitu program Matching Fund. Guna mensukseskan dan mendorong dosen agar ikut berpartisipasi dalam program Kemendikbudristek, FMIPA Unpad menggelar “Webinar Sharing Session Matching Fund” secara virtualRabu 23/3/2022

Dalam webinar ini dihadirkan dua narasumber penerima Matching Fund   2021 yaitu Restuning W, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat., Ph.D. yang juga Wakil Dekan 2 Fakultas Keperawatan, dan dosen Departemen Teknik Elektro FMIPA Arjon Turnip,Ph.D.

Dalam sambutannya Dekan FMIPA, Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si. mendorong dosen untuk berpartisipasi dalam program Matching Fund 2022.

Prof Iman mengatakan bahawa  Matching Fund  memberikan kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan dan berkolaborasi dalam riset dengan dunia industri untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Selain itu, dengan adanya riset terapan yang dilakukan oleh perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri akan mendapatkan produk yang tepat guna dan dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat karena telah melalui riset yang mendalam dari para akademisi serta kolaborasi dengan mitra.

Selanjutnya Manajer Bidang Riset, PKM, Inovasi dan Kemitraan FMIPA Unpad
Dr. Nursanti Anggriani, M.Si mengatakan bahwa FMIPA akan mendukung secara penuh para dosen untuk mengusulkan proposal Matching Fund dengan membantu pembuatan Perjanjian Kerjasama dengan Mitra.

Restuning W, Ph.D. menyampaikan bagaimana proses pendaftaran,  tahapan-tahapan  mengajukan Matching Fund,  dan cara unggah proposal.

“Poin utama dalam hibah Matching Fund  adalah adanya kolaborasi dan inovasi dari proposal yang diajukan serta fokus dan berdampak bagi masyarakat,” tutur Restuning.

Dalam kesempatan itu narasumber kedua Arjon Turnip,Ph.D. menjelaskan bagaimana menulis proposal yang baik dan menarik agar bisa lolos dalam hibah Matching Fund dari mulai format penulisan proposal, dukungan mitra, biodata peneliti, dan adanya road map penelitian.

“Dalam penulisan proposal yang tidak kalah penting adalah penulisan proposal sedetail mungkin, menarik perhatian, dan adanya road map penelitian sehingga terlihat apa yang akan dilakukan selama penelitian berlangsung”, kata Arjon.

Program Matching Fund selain memberikan dampak positif kepada akademisi dan mahasiswa, juga akan berdampak bagus bagi dunia usaha dan dunia industri karena dunia usaha dan dunia industri akan mendapatkan SDM yang kompeten, unggul, berdaya saing tinggi, dan tentunya sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan adanya webinar ini diharapkan banyak dosen FMIPA berperan serta ikut aktif dalam hibah Matching Fund 2022.