[FMIPA] Universitas Padjadjaran melaksanakan upacara pengukuhan Guru Besar diantaranya adalah Prof. Dr. Yeni Wahyuni Hartati, M.Si. yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Kamis (31/3/2022).

Perempuan kelahiran Garut ini merupakan dosen Departemen Kimia FMIPA Unpad yang telah menghasilkan 6 paten.

Dalam upacara pengukuhan ini Prof. Yeni menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Biosensor Dalam Aplikasi Kesehatan Dan Pangan”. Materi orasi ilmiah ini adalah rangkuman dari hasil riset kolaborasi antara dosen, peneliti , dan mahasiswa dari tahun 2005 sampai dengan sekarang.

“Biosensor menyediakan alat dan perangkat yang mudah digunakan, sensitif, cepat, hemat biaya, dan memiliki akurasi tinggi.  Biosensor telah berperan dalam berbagai bidang diantaranya bidang kesehatan, pertanian, makanan dan minuman, lingkungan, industri, dan pertahanan,” kata Prof Yeni dalam orasi ilmiahnya.

Prof. Yeni mengembangkan biosensor dalam bidang kesehatan, dan bidang pangan.

Dalam bidang kesehatan, biosensor DNA (Genosensor) dapat digunakan untuk deteksi DNA Salmonella Typhi pada demam tifoid,  deteksi target tanpa kabel, deteksi M.Tuberculosis dengan metode Self Assembly Monolayers pada penyakit TBC, deteksi mutasi titik pada urutan DNA pada penderita Diabetes Mellitus Type-2.

Biosensor DNA (Genosensor) juga dapat diaplikasikan sebagai pendeteksi DNA babi dalam sampel daging.

Sedangkan dalam bidang pangan dengan biosensor DNA (Genosensor) dapat membedakan daging babi dengan daging lainnya pada sampel mentah maupun dalam sampel makanan olahan dengan kandungan 10% daging babi.

Lebih lanjut Prof Yeni menjelaskan tentang biosensor antibodi (immunosensor) dapat mendeteksi HER2 biomarker kanker payudara, skema immunosensor BNP sebagai biomarker dalam penyakit gagal jantung, dan penyakit hipertensi. Semua hasil uji riset dengan biosensor antibodi ini menunjukkan sensitivitas yang baik, dapat membedakan ambang normal dan ambang di luar batas normal.

Biosensor aptamer (aptasensor) dengan sensitivitas yang baik dengan harga murah dapat digunakan untuk deteksi penyakit respirasi oksidatif termasuk Diabetes Mellitus Tipe 2. Saat ini Prof.Yeni dan peneliti dari beberapa perguruan tinggi melakukan riset biosensor aptamer untuk deteksi SAR Covid-19.

Dalam penutup orasi ilmiahnya Prof.Yeni menyampaikan peranan biosensor di masa depan baik dalam bidang dalam bidang kesehatan dan pangan.