staf akademik (dosen) yaitu berupa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satu bentuk kegiatan PKM dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran adalah kegiatan Chemistry Behind Coocking dan Pembuatan Susu yoghurt yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dosen Departemen Kimia.

Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 4 April 2019, bertempat di Aula UPTD Pertanian dan Perikanan Jatinangor Cimanggung yang ikuti oleh seluruh staf di UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Jatinangor, pelatihan ini melibatkan 15 Dosen Departemen Kimia dan 1 Orang Tendik dengan Ketua Dr.Anni Anggraeni,M.Si. mengambil Tema “Chemistry Behind Coocking dan Pembuatan Yogurt”.

Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Jatinangor Drs. Heri meyampaikan uscapan terima kasih kepada Dosen dan Tendik dari Departemen Kimia Fakultas MIPA UNPAD yang telah mengadakan pelatihan, dan berharap mudah mudahan pelatihan tersebut dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para penyuluh pertanian dan perikanan sehingga ilmu tersebut dapat di teruskan kepada para petani dan peternak.

Yoghurt merupakan minuman fermentasi yang cukup digemari oleh semua kalangan, bahan dasar yoghurt yang terbuat dari susu menjadikan yoghurt kaya akan sumber protein susu. Selain itu kehadiran bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium, dan jenis bakteri asam laktat lainnya memberi manfaat lebih terhadap produk minuman ini, terutama berkaitan dengan peningkatan kadar probiotik di dalam sistem pencernaan tubuh. Yoghurt dikenal dengan rasa yang masam, tetapi saat ini tak jarang yoghurt yang diproduksi memiliki rasa yang manis.

Cara pembuatan yoghurt dari susu bubuk susu bubuk full cream dan starter yoghurt yang disampaikan dalam pelatihan sangat mudah, karena dibuat dari bahan dan peralatan yang sering dijumpai di rumah. Pertama, campurkan susu bubuk full cream dengan air matang sebanyak satu liter. Lanjutkan dengan pemanasan hingga mencapai suhu pasteurisasi, setelah tercapai diamkan larutan susu hingga hangat dan mencapai suhu sekitar 37-40oC. Starter bakteri yang berasal dari plain yoghurt komersial dimasukkan ke dalam larutan susu tersebut. Terakhir, larutan diinkubasi dalam wadah tertutup selama 8-10 jam.

Peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Selesai materi kemudian acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan yoghurt oleh Dosen Departemen Kimia FMIPA UNPAD Para peserta kemudian diajak untuk melakukan kreasi memberi perisa dan pewarna terhadap sampel yoghurt yang sudah jadi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada peserta dalam memberi perisa dan pewarna makanan agar rasa dan tampilan yoghurt lebih menarik, tentu saja menggunakan bahan tambahan pangan yang aman. Setelah pelatihan pembuatan youghurt dilanjutkan dengan memasak daging yang aman dan sehat, Bapak Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Jatinangor mengharapkan kegiatan ini kedepannya akan terus berlanjut dan bisa diterapkan menjadi sebuah usaha yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam membantu perekonomian keluarga.

Rilis oleh: Agus Purwanto