[FMIPA] Bangkit merupakan sebuah program pembelajaran Studi Independen bersertifikat Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek bekerjasama dengan  Google dengan dukungan GoTo, Traveloka, dan DeepTech Foundation. Bangkit dirancang untuk mempersiapkan peserta dengan skill yang dibutuhkan dan relevan berdasarkan sertifikasi teknikal. Mahasiswa yang mengikuti program Bangkit ini akan dikonversi hingga 20 SKS. Dengan mengikuti Bangkit, peserta akan memiliki pengalaman dan terekspos dengan serba-serbi karir di industri dan pekerjaan di ekosistem teknologi Indonesia.

Tim Bangkit Academy 2022 pembuat aplikasi TeDi

Mahasiswa Statistika Universitas Padjadjaran lulusan Bangkit Academy by Google, GoTo, Traveloka berhasil meraih predikat “Distiction dan Latar Belakang Menarik”  dalam sebuah program Studi Independen bersertifikat Kampus Merdeka dicanangkan oleh Kemendikbudristek.

Mahasiswa tersebut adalah Najma, dan Julio Fahcrel merupakan mahasiswa Statistika FMIPA Unpad, dan bersama beberapa mahasiswa yang lolos dalam proyek Bangkit Academy  2022 dari berbagai Universitas di Indonesia membuat aplikasi TeDi.

TeDi didirikan oleh enam anggota, dua diantaranya merupakan mahasiswa Statistika FMIPA Unpad yaitu Najma dan  Julio Fahcrel. Sedangkan empat anggota lainnya adalah Pratama Azmi Atmajaya (Universitas Telkom), Sang Bintang Putera Alam (Politeknik Negeri Jember), Gilang Martadinata (Universitas Presiden), Hazlan Muhammad Qodri (UPN Veteran Yogyakarta).

Anggota-anggota ini juga merupakan salah satu Distinction Graduates di Google Bangkit 2022, yaitu lulusan terbaik dari Bangkit atau peserta dengan 10% nilai teratas dari seluruh lulusan Bangkit yang berjumlah ribuan.

Dalam pembuatan aplikasi TeDi ini dibantu dan diarahkan dosen Unpad diantaranya  Dr. Anindya Apriliyanti Pravitasari, S.Si., M.Si. sebagai Ketua inkubasi , Rivani,S.IP., MM., DBA sebagai anggota inkubasi, dan Dr.Yusep Suparman,M.Sc. sebagai anggota inkubasi.

Aplikasi TeDi adalah aplikasi aksesibilitas all-in-one pertama di Indonesia yang bertujuan untuk memudahkan kehidupan disabilitas sehari-hari. Projek TeDi ini merupakan final capstone project yang diadakan oleh Google Bangkit 2022 dan meraih prestasi di kancah nasional dengan menjadi top 15 projek terbaik bersaing dengan 437 projek lainnya. Selain itu, TeDi mendapatkan pendanaan dari Google dan Pemerintah Indonesia melalui Ristek Dikti sebesar US$10.000 untuk melanjutkan pengembangan aplikasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan apresiasi untuk Najma 

TeDi merupakan aplikasi mobile Indonesia pertama yang memiliki fitur-fitur untuk membantu tiga tipe disabilitas sekaligus, yaitu tunanetra, tunarungu, dan tunawicara. TeDi menawarkan fitur BISINDO translator untuk menerjemahkan bahasa isyarat, Object Detection untuk mendeteksi objek di sekitar, Currency Detection untuk membaca mata uang, dan Text Detection untuk membaca sebuah teks.

Ide pembuatan aplikasi TeDi ini berawal dari melihat permasalahan-permasalahan di Indonesia yang terjadi karena keterbatasan dalam berkomunikasi dengan difabel dan juga permasalahan diskriminasi terhadap difabel. Saat ini, pemerintah dan kebijakan organisasi internasional seperti G20 juga mendukung penuh kemajuan dan hak penyandang disabilitas. Namun sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada aplikasi yang memiliki fitur-fitur yang mendukung beberapa jenis disabilitas. Kebanyakan aplikasi mobile hanya menyediakan fitur untuk satu jenis disabilitas saja. Sedangkan menurut WHO tahun 2019, sebanyak 40% penyandang disabilitas memiliki lebih dari satu jenis disabilitas [1]. Karena itu, munculah ide membuat aplikasi all-in-one pertama yang mendukung beberapa jenis disabilitas yaitu aplikasi TeDi: Teman Disabilitas.

Aplikasi TeDi ini memiliki harapan yang ingin dikembangkan lebih jauh di masa depan di antaranya adalah TeDi akan menambah kosakata gerakan bahasa isyarat menjadi lebih banyak, TeDi akan menghadirkan fitur-fitur baru berupa deteksi braille, belajar bahasa isyarat, dan pertolongan keluarga, TeDi akan menghadirkan fitur-fitur untuk jenis disabilitas lainnya, dan TeDi akan bekerjasama dengan kegiatan-kegiatan peduli disabilitas dalam rangka pengembangan aplikasi dan wadah untuk mensosialisasikan kegunaan aplikasi

Tim TeDi juga diundang pada penutupan Bangkit 2022 dan menjadi speaker dalam talk show “Habis Bangkit, Terbitlah Asa” bersama Prof. Ir. Nizam (Plt. Dirjen Diktiristek). TeDi berharap dapat terus membantu orang-orang yang membutuhkan, khususnya penyandang disabilitas, agar dapat berkomunikasi dan melakukan kehidupan sehari-hari dengan lebih mudah.

 

Tim Bangkit Academy 2022 pembuat aplikasi TeDi