Perkembangan Kasus Covid-19

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan menduduki peringkat 25 dunia (Worldometer,12/7/2020). Pada 31 Maret tercatat 1.528 positif Korona, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB)  untuk menangani pandemi Covid-19. Dua bulan kemudian tanggal 1 Juni, tercatat 26.940 positif Korona, pemerintah menerapkan kebijakan New normal untuk memulihkan kondisi perekonomian dengan tetap menjalani protokol kesehatan. Jadi bahkan PSBB tidak bisa menghambat penularan. Pada 15 Juni  masuk New normal fase3 yang ditandai oleh pembukaan mall dan salon dengan 39.294 kasus positif Korona. Sampai 6 Juli, tercatat  64.958 positif,  sudah dilewati New Normal fase 4 (pembukaan café, restoran). Pertumbuhan infeksi Korona di Indonesia menunjukkan tren kenaikan. Dua minggu setelah fase 3 new normal  pertumbuhan kasus baru Korona menembus angka 1000 dan tidak pernah turun lagi. Perkembangan penularan mingguan, dimulai pada minggu pertama, 1 Maret-7 maret sebanyak 4 kasus positif   lalu  melonjak tak terkendali pada minggu ke 19 (5/7 – 11/7/2020) ke angka 11.876 kasus baru. Jumlah tersebut dikahwatirkan akan membobol kapasitas rumah sakit. Gelombang pertama belum usai karena belum terjadi penurunan dalam perioda waktu yang signifikan malah tren kasus baru terus meningkat.Perkembangan kasus Covid-19 Indonesia sampai tanggal 26 Juli 2020 adalah Indonesia menduduki peringkat 6 Asia pada  fatality rate, peringkat 9 ASEAN untuk recovery rate dan juga peringkat 9 Asia untuk total kasus yang berarti menyalip China sebagai negara awal episentrum peneyebaran Korona (Worldometer)

 Prediksi total kasus dan kasus aktif

Sampai kapan hal buruk ini akan  terus berlangsung ? Hal ini memerlukan prediksi dengan akurasi yang terjaga. Penulis ingin berkontribusi  dengan misi menyampaikan notifikasi kepada pemerintah berupa prediksi total kasus dan kasus aktif dalam perioda 2 minggu ke depan. Hasil prediksi diharapkan membuat  pemerintah mempersiapkan program preventif  sehingga  tidak terjadi penolakan pasien Covid-19. Prediksi juga berfungsi sebagai cermin wajah efektifitas kebijakan serta daya cengkram rem Gugus Tugas dalam menghentikan penularan Korona. Sisi lain dari cermin ini adalah potret kepatuhan atau sikap permisif masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Proses prediksi         

Secara sederhana proses prediksi kasus Covid-19 dilakukan dengan menempuh proses:1.Setiap minggu dikumpulkan data dari 183 negara yang mengalami kasus Covid-19. Ada 4 sumber data yang digunakan untuk cek-silang, WHO, John Hopkins University, Worldometer dan Wikipedia.2. Dibentuk format data mingguan dengan arah pergerakan yang lebih mudah dikenali daripada harian.Mutu data dicek menggunakan diagram kendali untuk memeriksa anomali dan melakukan koreksi terhadap error. 3. Mengembangkan computer programming untuk memproleh koefisien Autoregression. Model Autoregression ini tepat digunakan karena perilaku manusia highly autoregressive alias sulit mengubah kebiasaan. Model yang diperoleh divalidasi dengan melihat keberlakuannya  dibanyak negara.  Model ini dievaluasi setiap minggu menggunakan data terakhir untuk memperbaiki presisi pr ediksi. Model autoregressive terbukti memiliki presisi dan akurasi yang baik dalam memprediksi angka kasus Covid-19. Tercatat sudah 8 kali data aktual berada dalam kisaran prediksi. Prediksi dilakukan setiap minggu, terhitung sejak 31 Mei 2020.

Prediksi kasus Covid-19  26 Juli – 8 Agustus

Pada minggu ke 21  yaitu 26 Juli – 1 Agustus diprediksi total kasus positif  akan berada pada kisaran 108.299 – 120.159  kasus positif sedangkan kasus Aktif akan mencapai kisaran

35.860 – 54.134 kasus. Diberikan juga prediksi pergerakan kasus Korona pada minggu ke 22, yaitu 2 – 8 Agustus yang akan tejadi pada rentang 120.556 -145.616 untuk total kasus dan pada rentang 33.332 – 67.220 untuk kasus aktif.

Memaknai hasil prediksi

Apakah prediksi kesembilan pada minggu ke 21 ini akan benar lagi? Tentu saja,YA, walaupun tidak dengan keyakinan 100% karena statistik bekerja di bawah keyakinan 100%. Masyarakat belum berubah. Kami tidak akan memperoleh angka prediksi tersebut jika kebiasaan masyarakat telah berubah karena model prediksi ini merekam kebiasaan  masyarakat. Angka prediksi menjadi cermin efektifitas kebijakan pemerintah dengan gugus tugasnya serta perilaku masyarakat yang belum keluar dari kebiasaan zona nyamannya.Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena prediksi menginformasikan pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus berlanjut tidak terkendali untuk dua minggu ke depan.Sekarang bola panas berada di tangan pemerintah-Satuan Tugas.  Hasil prediksi kasus aktif Covid-19 bersifat strategis dan layak ditanggapi serius oleh pemerintah dan masyarakat mengingat prestasi presisi-akurasi yang telah dicapai. Efektifitas kebijakan akan tercermin dari angka total kasus aktual  yang lebih kecil daripada batas bawah prediksi 1 Agustus. Masyarakat perlu lebih serius menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan rutinitasnya.Jika presiden memberikan batas waktu 2 minggu untuk seorang gubernur maka prediksi ini merupakan   tantangan  Satuan Tugas untuk membuat kebijakan agar total kasus Covid-19 berada di bawah  108.299 total kasus kasus pada 1 Agustus 2020 atau, “AKANKAH PREDIKSI YUYUN HIDAYAT TERBUKTI TERUS”?

Rilis oleh: Yuyun Hidayat, PhD.