Kontingen Unpad dari Tim Keluarga Mahasiswa Buddhis Dharmavira (KMBD) yang terdiri dari dua mahasiswa Teknik Informatika yaitu Sachi Hongo (Ketua, TI-2016) dan Suriadi Vajrakaruna (TI-2018) serta 1 mahasiswa Hukum Unpad yaitu Natasya (FH-2017) telah berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi Gemastik XII dalam divisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diadakan pada tanggal 24-26 Oktober 2019 di Universitas Telkom, Bandung. Sebelumnya, Kontingen Unpad masuk ke dalam babak penyisihan 10 besar setelah berhasil menyisihkan 416 tim dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam babak Final Kontingen Unpad meraih medali perak. Adapun medali perunggu diraih oleh tim Fire On Alarm dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan medali emas diraih oleh Tim Agrotek UG Universitas Gunadarma.

Tim yang dibimbing oleh Dr. Setiawan Hadi, M.Sc.CS dan Mira Suryani, S.Pd., M.Kom ini, mengusung karya tulis bertema “Secure Sytem Voting Menggunakan Teknologi Blockchain”. E-Voting [1]atau electronic voting merupakan adalah suatu metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Tujuan dari electronic voting adalah menyelenggarakan pemungutan suara dengan biaya hemat dan penghitungan suara yang cepat dengan menggunakan sistem yang aman dan mudah untuk dilakukan audit. Namun untuk lebih menjaga kerahasiaan dan keamanan dari hasil e-voting, Kontingen Unpad melakukan upgrade teknologi dengan mengimplementasikan blockchain ke dalam sistem e-voting. Implementasi yang digunakan adalah membangun e-voting dalam jaringan smart contract – Etherum. Tidak hanya karya tulisnya saja, namun, tim berhasil mengembangkan prototipenya dan dipresentasikan sehingga hal ini menjadikan tim memiliki kontribusi baik kepada pengetahuan maupun pada masyarakat.

 Prestasi yang diraih ini, membuat Unpad berhasil bertahan pada peringkat ke-9 secara Nasional.  Harapan kedepannya, tim ini bisa merilis aplikasinya, tidak hanya digunakan untuk kompetisi tetapi juga diiplementasikan pada kegiatan pemilihan. Selain itu, tim bisa menularkan ilmunya dan memberikan semangat kepada mahasiswa lain untuk terus berkreasi dengan teknologi, kreatif dan berdaya saing tidak hanya untuk kompetisi tetapi untuk berkontribusi di masyarakat luas.

Rilis oleh: Agus Purwanto