Mahasiswa program studi Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran  berhasil  meraih dua gelar juara pada kompetisi tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih pada ajang Mathematical Challenge Festival-Mathematics Modelling Competition 2019 (MCF-MMC 2019) yang digelar Institut Teknologi Bandung, kompetisi tersebut pada Jumat (27/09) lalu.

Lomba yang diselenggarakan oleh Kelompok Keahlian Matematika Industri dan Keuangan (KK MIK) FMIPA ITB, babak pemodelan akan dilaksanakan pada 14-25 Agustus 2019 dan pengumuman finalist pada tanggal 9 September 2019 Lomba tersebut diikuti oleh sekitar 20 tim yang berasal dari 10 perguruan tinggi di Indonesia.  Peserta lomba ini tidak hanya dari program studi Matematika dan Statistika, ada juga dari program studi Ilmu Komputer.

Di ajang MCF-MMC 2019, mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA Unpad berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam  kategori lomba modeling dengan topik  “Membuka toko baru” dimana dalam masalah ini diasumsikan bahwa suatu produk telah berhasil dipasarkan dengan baik, kemudian pimpinan perusahaan meminta untuk mencari kota baru untuk memasarkan produk, sehingga muncul permasalahan yang harus dijawab yaitu di manakah tempat yang baik untuk mendirikan toko baru dan berapa jumlah toko baru yang sebaiknya didirikan.

Juara pertama berhasil diraih oleh Tim Pawesome yang beranggotakan Putri Romhadhoni, Audi Luqmanul Hakim Achmad dan Wahyu Suryaningrat. Sementara Juara 2 berhasil diraih oleh tim Zimzalabim yang beranggotakan  Ani Oktaviyani, Alysha Putri Salsabila dan Rahmah Arie Agustini.  Kedua tim ini telah menghadirkan kondisi All Unpad Final pada topik pembukaan toko baru dalam memperebutkan posisi juara dalam ajang MCF-MMC ITB 2019 ini.  Kedua tim ini dibimbing oleh Dr. Diah Chaerani, M.Si, dosen Program Studi S1 Matematika.

Kedua tim mengerjakan masalah yang sama, yaitu menentukan pendirian toko baru, namun produk yang dipilih berbeda. Tim Pawesome membahas  masalah pendirian Toko Beras, mengingat beras merupakan komoditas pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun dalam pengelolaan produksi dan pemasaran beras di Indonesia masih terdapat masalah yang belum terselesaikan. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik telah terjadi kekurangan persediaan beras di Kota Tasikmalaya. Pengambilan keputusan yang tepat dalam pembangunan infrastruktur rantai pasok beras sangat diperlukan untuk merespon permintaan konsumen. Hal ini juga dapat menjadi kesempatan yang bagus untuk pengusaha membuka toko beras baru. Tim Pawesome mengidentifikasi lokasi dan jumlah toko beras baru yang dibangun di Kota Tasikmalaya dengan Model Optimisasi melalui pendekatan Maximum Covering Location Problem sehingga dapat memaksimumkan keuntungan.

Sementara itu, Tim Zimzalabim memilih masaah pendirian SPBU di Kota Palembang, mengingat transportasi merupakan hal yang telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang ada di Indonesia saat ini mengakibatkan peningkatan jumlah kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap harinya. Menurut Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan sekitar 1,6 juta kiloliter BBM setiap harinya, dan angka tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) yang baru dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan mengambil perusahaan Shell sebagai perusahan minyak terkemuka di dunia dan menentukan Kota Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan sebagai lokasi pembangunan SPBU baru maka akan diselesaikan permasalahan penentuan lokasi pembangunan ini dengan menggunakan Metode Cost Comparison dan Model Optimisasi Capacitated Facility Location Problem dengan meminimumkan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam membangun SPBU. Selain itu, dengan bantuan software ArcGIS dan Maple 15 dapat ditentukan titik-titik lokasi pembangunan SPBU dan diperoleh hasil numerik yang optimal.

Hasil modeling kedua tim ini ini berhasil mengalahkan 20 tim yang berasal dari 10 perguruan tinggi di Indonesia dengan tiga topik pilihan yaitu Masalah Celebrity Endorsment, Pembukaan Toko Baru dan Masalah Modal Pembagunan. Telah lolos sebagai finalis tiga tim dari Universitas Padjadjaran, satu tim dari Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, satu tim dari Universitas Airlangga dan satu tim dari Universitas Pertamina. Hasil penilaian juri telah menobatkan 2 tim dari Unpad sebagai Juara 1 dan 2, dan Tim dari Universitas Tadulako sebagai Juara 3 dengan topik yang berbeda, yaitu Masalah Celebrity Endorsment.

Rilis oleh: Departemen Matematika